Sabtu, 18 April 2009

TIPUS

3 tahun yang lalu saya pernah kena tipus dan menurut dokter bahwa penyakit tipus timbul bukan karena kecapean. Saya terkena penyakit tersebut karena daya tahan tubuh pada saat itu sangat menurun dan makan makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Jadi kalau lagi musim tipus, jangan jajan sembarangan, cuci tangan yang bersih, kalau ada binatang yang sudah mencicipi makanan kita buang saja dan tutuplah makanan bila kita belum mau memakannya. Walaupun ga musim tipus, tetap jangan jajan sembarangan dan jaga kebersihan makanan.

Dibawah ini keterangan penyakit tersebut yang diambil dari majalah Sedap Sekejap Edisi 4/III/2002 di bagian Konsultasi Gizi oleh Sitawati, D.cn.

Salam sejahtera Ibu Sita,

Ibu Sita yang baik, saya baru saja sembuh dari sakit tipus dan sekarang dalam masa penyembuhan. Sejak sakit sampai sekarang, selera makan saya turun dratis sekali. Saya cepat sekali menjadi lelah dan tidak bertenaga jika melakukan kegiatan. Padahal sebelum sakit, saya dijuluki “power girl”. Saya sekarang berumur 29 tahun dan tinggi badan 155 cm dan berat 35 kg, kurus sekali, kan, Bu ?

Yang ingin saya tanyakan, makanan dan minuman yang bagaimana yang cocok dan makanan apa pula yang harus saya pantangi untuk mengembalikan nafsu makan saya sehingga menjadi gemuk dan sehat ? Apakah minum susu full cream + madu (tanpa gula) sebelum tidur cepat mengembalikan berat badan saya? Apakah tipus bisa kambuh lagi jika pola makan saya salah? Mohon penjelasan dari Ibu.

Oh ya, saya punya riwayat sakit asma sewaktu kecil dan kadang-kadang kambuh jika udara penuh asap kabut sewaktu kemarau seperti waktu-waktu lalu. Syukur tidak parah sampai perlu dirawat di rumah sakit. Selain asma, saya juga menderita tukak lambung yang sering kambuh jika saya stres dan kelelahan.

Demikian surat saya dan atas perhatian Ibu saya ucapkan terima kasih.

Grace S.N., S. Hut

Grace yang baik,

Semoga dapat segera kembali ke kondisi semula sebelum sakit. Di bawah ini saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang penyakit tifoid. Tifoid atau biasa disebut dengan demam tifoid adalah suatu infeksi bakterial yang mencakup seluruh tubuh, terutama pada usus halus.

Penyakit ini menular melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan kotoran penderita tifoid. Ada penderita yang sudah mendapat pengobatan, tetapi di dalam air seni dan kotorannya masih mengandung bakteri. Penderita ini disebut sebagai pembawa (carrier) dan dapat menularkan penyakit pada orang lain, atau melalui lalat, kecoa, juga tikus.

Penyakit tipus mempunyai gejala antara lain :

* Demam yang meningkat, sementara penderita merasa dingin
* Tidak ada nafsu makan
* Sakit kepala, batuk
* Sukar buang air besar
* Mengigau
* Sangat lemah dan berat badan menurun
* Perut bengkak dan sakit

Penderita tipus dapat mengalami komplikasi perdarahan pada usus halus dan usus halus berlubang, infeksi paru, infeksi empedu. Malangnya pula penyakit ini dapat kambuh sesudah 2 minggu pemberian antibiotik.

Pencegahan :

* Makanlah makanan dan minuman yang sudah dimasak
* Lindungi makanan dari lalat, kecoa dan tikus
* Cucilah tangan dengan sabun setelah ke WC
* Hindari jajan ditempat yang kurang bersih

Grace, rasa lelah dan tidak bertenaga dapat disebabkan oleh selera makan yang turun drastis sekali, kurang masukkan makanan/zat-zat gizi yang diperlukan tubuh. Dengan berat badan 35 kg Anda akan tampak turun sekali. Cobalah untuk sedikit memaksakan diri untuk makan agar kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi dapat terpenuhi. Tentu memang sedikit susah, tetapi cobalah makan dengan porsi kecil dengan frekwensi yang sedikit sering. Pilihlah makan yang tidak merangsang (pedas, asam) hindari makanan terlalu berlemak (tart, jeroan, usus, babat, dll), makanan yang bergas (nangka, nanas, ubi, ketan dsb).

Minum susu sebelum tidur boleh saja, tetapi untuk mengembalikan berat badan yang penting adalah meningkat nafsu makan. Karena meskipun minum susu sebelum tidur, tetapi jika tidak makan dengan teratur, berat badan Anda tidak akan bertambah.

November 28th, 2006

Dengan pola makan yang tidak teratur dan menyantap makanan yang kurang bersih, tentunya dapat memunculkan tipus kembali.

Jumlah BM sehari yang dapat dikonsumsi kurang lebih 2500 kal.

Bahan makanan yang baik dikonsumsi :

Beras, tepung beras, sagu, ayam, ikan, telur, daging, susu, tahu, tempe, pepaya, pisang, bayam, wortel, labu siam dll

Hindari :

Singkong, ubi, kentang, dendeng, corned, sardines (makanan awetan), tape, nanas, nangka, daun singkong dll yang bertekstur kasar.

..:: GIZI daN HEPATITIS ::..

Dari buku: The Essential guide to vitamins and minerals, oleh Elizabeth Somer, MA, R.D, diterbitkan tahun 1995 oleh Harper Collins Publisher, Inc .
Liver adalah organ tubuh terbesar dan terpenting, dan yang fungsinya paling bermacam-macam. Kebanyakan gizi makanan yang masuk dalam tubuh langsung masuk ke liver untuk disimpan, diolah kembali, atau dikombinasikan dengan komponen lain.

Kerusakan pada liver memiliki dampak besar pada berbagai proses dalam tubuh, termasuk pencernaan, penyerapan, penyimpanan, dan penggunaan vitamin dan mineral. Selain itu, produksi protein tubuh juga menurun, produksi lemak berubah sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan lemak dalam liver. Pembuatan enzym yang penting untuk mendetoksifikasi alkohol dan racun-racun lain juga berkurang sehingga zat-zat ini menumpuk dalam tubuh.
Penyakit Liver menyebabkan malnutrisi karena tiga alasan;

  1. Menghambat/mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan.
  2. Mempengaruhi penggunaan gizi dalam tubuh.
  3. Mengurangi pemasukan makanan karena rasa mual, hilangnya selera makan, dan muntah.

Produksi, penggunaan, dan pengeluaran/ekskresi protein, karbohidrat, dan lemak berubah. Dan penyerapan serta penggunaan berbagai vitamin dan mineral berkurang bila liver tidak berfungsi dengan semestinya.

VITAMIN-VITAMIN
Liver memainkan peranan penting dalam beberapa langkah metabolisme vitamin. Vitamin terdiri dari vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (fat-soluble) seperti vitamin A, D, E dan K atau yang larut dalam air (water-soluble) seperti vitamin C dan B-complex.
Para pasien dengan penyakit liver tahap lanjut mungkin menjadi kekurangan vitamin-vitamin yang larut dalam air, tetapi ini biasanya terjadi karena masukan makanan dan gizi yang kurang/tidak layak. Penyimpanan vitamin B12 biasanya jauh melebihi kebutuhan tubuh; kekurangan (defisiensi) jarang terjadi karena penyakit liver atau gagal liver. Tetapi, ketika masukan gizi makanan menurun, biasanya tubuh juga kekurangan thiamine dan folate. Biasanya suplemen oral cukup untuk mengembalikan thiamine dan folate ke level normal.
Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak tidak hanya membutuhkan masukan gizi makanan yang cukup tetapi juga pencernaan yang baik serta penyerapan yang baik oleh tubuh. Itulah sebabnya produksi bile dalam jumlah normal sangat penting. Bile di dalam perut/usus dibutuhkan untuk penyerapan vitamin-vitamin larut lemak ini kedalam tubuh karena vitamin-vitamin ini biasanya tidak dapat larut dalam air. Bile bekerja sebagai deterjen , memecah-mecah dan melarutkan vitamin-vitamin ini agar mereka dapat diserap tubuh dengan baik.
Jika produksi bile buruk, suplemen oral vitamin-vitamin A, D, E, K mungkin tidak akan cukup untuk mengembalikan level vitamin ke level normal. Penggunaan larutan serupa deterjen dari vitamin E cair (TPGS) meningkatkan penyerapan vitamin E pada pasien dengan penyakit liver tahap lanjut. Larutan yang sama juga dapat memperbaiki penyerapan vitamin A, D, dan K jika vitamin K diminum secara bersamaan dengan cairan vitamin E.
(
sumber: "Living with Hepatitis C: A Survivor's Guide" by Gregory T. Everson, M.D., and Hedy Weinberg. 1997, Hatherleigh Press)

VITAMIN A
Pemasukan vitamin A dalam jumlah cukup dapat membantu mencegah penumpukan jaringan sel yang mengeras, yang merupakan karakteristik penyakit liver. Tetapi penggunaan vitamin yang fat-soluble ini untuk jangka waktu panjang dan dengan dosis berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan liver dan penyakit liver.


VITAMIN E

Vitamin E dapat mencegah kerusakan pada liver dan sirosis, menurut para ahli di Universitas Turin di Italia. Mereka mengadakan percobaan dengan memberi suplemen vitamin E pada tikus-tikus dalam jumlah yang meningkatkan konsentrasi vitamin E liver. Tikus-tikus itu kemudian diberi karbon tetraklorida untuk mengetes apakah perawatan dengan vitamin E yang dilakukan sebelumnya dapat melindungi mereka baik dari kerusakan liver akut/kronis dan sirosis. Suplemen vitamin E meningkatkan kandungan vitamin dalam tiga bagian liver dan mengurangi kerusakan oxidative pada sel-sel liver, tetapi tidak memiliki dampak perlindungan apapun pada infiltrasi lemak liver. Sirosis juga tampak dapat dicegah dalam kelompok tikus yang diebri suplemen vitamin E. Tampaknya vitamin E memberi cukup perlindungan terhadap nekrosis akibat karbon tetraklorida dan sirosis, mungkin dengan mengurangi penyebaran proses oksidasi lipid dan mengurangi jangkauan kerusakan oksidatif liver.


VITAMIN K
Vitamin K dalam dosis tinggi dapat menyebabkan jaundice dan kerusakan sel-sel otak pada janin/bayi.


BETA KAROTEN
Level beta karoten dalam tubuh pasien-pasien dengan sirosis liver sangat rendah, sebaliknya diet dengan beta karoten yang tinggi dapat mengurangi kerusakan liver. Sirosis liver seringkali diasosiasikan dengan meningkatnya aktivitas komponen-komponen berbahaya yang disebut radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko kanker hati. Sebagai antioksidan, beta karoten dapat mencegah terbentuknya radikal-radikal bebas yang mungkin berbahaya.


NIACIN
Meskipun hypercholesterolemia (adanya kolesterol yang berlebihan di dalam darah) dapat dirawat secara efektif dengan niacin, para peneliti di Virginia Commonwealth University memperingatkan bahwa bentuk sustained-release niacin adalah hepatotoxic (sifatnya beracun bagi liver) bentuk immediate-release juga dapat menimbulkan efek samping negatif.

BIOTIN
Penggunaan biotin dalam dosis besar untuk waktu yang lama dapat menyebabkan pembesaran yang abnormal pada liver.

CHOLINE
Kerusakan pada liver mungkin merupakan tanda kekurangan choline. Fragmen-fragmen lemak menumpuk dalam liver karena triglycerides harus dikemas sebagai VLDL (very low density lipoprotein) untuk dapat dipindahkan dari liver, tetapi VLDL membutuhkan phosphstidylcholine untuk dapat berfungsi. Akibatnya, VLDL tidak dapat dipindahkan dari liver selama tubuh masih kekurangan choline. Orang-orang yang dietnya kurang choline menunjukkan disfungsi enzym liver dan meningkatnya kolesterol darah dalam waktu tiga minggu. Gejala-gejala ini berbalik dalam waktu dua sampai enam minggu setelah suplementasi lecithin, yang meningkatkan level choline dalam darah.

COPPER (TEMBAGA)
Gangguan penggunaan tembaga yang bersifat keturunan yang disebut Wilson's disease dikarakterisasikan dengan penumpukan tembaga yang berlebihan di sel-sel tubuh dan mengakibatkan menurunnya fungsi liver. Perawatan untuk Wilson's disease mencakup juga diet yang rendah akan tembaga dan pengobatan dengan penicillamine yang mengikat pada tembaga dan meningkatkan ekskresinya dalam usus.

SELENIUM
Suatu penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan atau tanpa penyakit liver memiliki masukan selenium dalam jumlah yang sama, tetapi orang-orang dengan penyakit liver memiliki jumlah yang lebih rendah dari mineral tersebut dalam liver dan darah.
Akibat nutrisional lain dari penyakit liver antara lain adalah berkurangnya pembentukan vitamin D, yang dapat mengakibatkan osteoporosis, peningkatan hilangnya vitamin B6 dan kemungkinan adanya gangguan dan kekurangan pembentukan protein yang mengangkut vitamin A dalam darah. Sebagai tambahan, tubuh akan semakin mungkin kekurangan dan kehilangan folic acid, kalsium, magnesium, dan zat besi.