Selasa, 24 Maret 2009

Penyakit Mata Merah

Penyakit mata merah alias belekan sering mewabah di beberapa daerah. Pangkal
sebabnya cukup jelas : virus. Kalau hanya virus memang tidak apa-apa.Tapi
ketika virus menyerang seseorang yang sedang lemah, kondisi fisiknya, maka
infeksinya akan berbahaya karena ditunggangi kuman.

Gara-gara ditunggangi kuman, penyakit mata merah menjadi bengkak, merah membara,
disertai rasa nyeri pada bola mata. Ketika menjadi infeksi, produksi tahi
mata (belek) bertambah. Saat bangun tidur, penderita bahkan sulit membuka
matanya. Banyak kotoran di seputar tepi kelopak mata. Proses ini berlangsung
cepat, menyebabkan penglihatan kabur dan terasa ada ganjalan di bola mata.

Sangat menular

Penyakit mata merah sangat menular. Semua alat yang dipakai dan menyentuh
mata seperti kaca mata, sapu tangan, handuk, lensa kontak, perias mata, mejadi
sumber penular. Tanpa sadar penularan bisa berlangsung lewat jemari tangan
yang sudah tercemar kuman atau virus.

Orang yang pekerjaannya banyak memegang uang, misalnya kasir, mudah tertular
infeksi mata. Kalau salah seorang anggota keluarga ada yang terkena penyakit
ini, maka anggota lain dalam keluarga mudah terkena.

Virus penyakit mata merah ini bertebaran di udara dan siap hinggap di tempat-tempat
keramaian, seperti terminal, bioskop, dan sekolah atau bekerja. Selain menambah
buruk proses penyakitnya, juga membahayakan orang sekitarnya, sekalipun sudah
berkacamata.

Tak mempan obat warung

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun,
jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian,
diperlukan antibiotik. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya
bisa mengakibatkan kebutaan.

Sayangnya, obat tetes mata yang bisa dibeli di warung tidak mampu menyembuhkan.
Banyak pasien tertunda penyembuhannya karena mengandalkan obat mata asal warung.

Obat mata warung hanya membersihkan bola mata dari polusi debu dan iritasi,
tapi tidak membunuh bibit penyakit. Lebih-lebih jika penyakitnya jamur. Perlu
jenis obat khusus, baik yang mengandung anti jamur – selain antibiotik
baik dalam bentuk salep atau tetes.

Apa perbedaan salep dengan tetes? Untuk penyakit infeksi mata yang berat,
daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya obat berbentuk
salep
lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata di bandingkan
dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir
ke luar lagi bersama air mata.

Untuk itu kalau memakai obat tetes, perlu pemberian obat tetes lebih sering
dibandingkan dengan pemakaian salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali.
Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang
enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien
memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir
merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai
bulu mata. Caranya, mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di
depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan
cara menarik kelopak mata bawah.

Semua obat infeksi mata harus ditebus dengan resep dokter. Tidak semua penyakit
mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan
bisa membehayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan
pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

Obat mata yang diresepkan dokter banyak jenisnya. Kandungan obatnya pun beraneka.
Selain ada berbagai pilihan jenis antibiotiknya, ada obat mata yang berisi
tambahan obat kostikosteroid. Obat ini dipilih untuk membantu mempercepat
penyembuhan peradangan.

Namun, tidak semua penyakit mata merah boleh memakai obat mata yang mengandung
bahan ini. Jika penyakit mata sudah mengenai bagian kornea (hitam mata), obat
jenis ini tidak boleh dipakai. Begitu juga jika penyakit mata merah disebabkan
oleh virus herpes, ada luka tusukan, atau borok pada kornea. Oleh karena itu,
penderita penyakit mata merah yang kelihatannya sama belum tentu boleh memakai
obat mata yang sama.

Tidak semua karena infeksi

Benar, tidak semua mata merah disebabkan oleh infeksi. Mungkin juga suatu
glaucoma (meningkatnya tekanan didalam bola mata sehingga merusak pandangan
dan berakhir dengan kebutaan). Atau bisa pula alergi mata, peradangan tirai
mata, atau akibat penyakit otoimun pada mata.

Bedanya, pada infeksi mata disertai dengan keluhan dan gejala infeksi umumnya,
seperti demam, tidak enak badan, rasa nyeri pada mata, ada peradangan pada
bola mata dan kelopaknya, disertai dengan bertambah banyaknya kotoran mata.
Sedangkan pada bukan infeksi mata, gejala dan tanda infeksi itu tidak ada.
Yang terlihat adalah sama-sama merahnya.

Mata merah karena alergi biasanya hilang timbul dan sudah berlangsung lama
disertairasa gatal dan mereda jika tidak kontak dengan debu, angin, atau serbuk
allergen lainnya. Pasien sendiri harus melacak faktor pencetus alergi pada
bola matanya, termasuk apakah faktor itu akibat kosmetik perias mata yang
tidak cocok.

Pengidap TBC, campak, difteria, cacingan pun dapat memperlihatkan gejala
mata merah. Tapi tentu tidak sembuh dengan obat antibiotik karena harus di
sembuhkan dulu penyakit yang jadi akar penyebabnya.<

Sumber: Jaringan
Informasi Kesehatan (infokes.com)

Penyakit Mata


Posted by Monike on Aug 4, '07 11:52 PM for everyone

“Never bend your head. Always hold it high. Look the world straight in the eye.”

(Helen Keller)

Secara poni sudah kepanjangan, mata jadi sering sakit dibuat.

Pas dapat artikel dari bulletinnya Century Healthcare. Menarik karena tidak saja menceritakan tanda2 penyakitnya itu sendiri tetapi bagaimana pengobatan/pertolongan pertamanya.

Berikut artikel berbagai jenis penyakit mata yang dikutip secara bebas..

Dunia Tak Lagi Penuh Warna Dibuatnya

BINTITAN

Bintitan merupakan infeksi bakteri pada kelenjar di dasar bulu mata, ditandai dengan munculnya bisul kecil pada tepi kelopak mata; namun kadang2 infeksi dapat juga terjadi di lokasi yang lebih dalam, sehingga yang tampak hanyalah pemerahan dan pembengkakan. Bintitan paling sering terjadi pada anak usia sekolah karena seringnya mengucek mata tanpa memperhatikan kebersihan tangan

Bintitan termasuk infeksi yang ringan dan umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam 1 minggu setelah nanahnya keluar. Cara mempercepat pecahnya bisul adalah dengan menggunakan kompres hangat dan memijatnya dengan perlahan 3-4 kali sehari.

BELEKAN

Lebih sering menyerang anak2 dan sangat menular.

Penyebabnya adalah infeksi virus, terkadang disertai infeksi bakteri. Belekan membuat mata menjadi merah, bengkak dan nyeri serta membuat produksi kotoran mata (belek) bertambah.

Tanda dan gejalanya yang khas adalah bulu mata saling menempel dan sulit dibuka pada waktu bangun tidur karena terlalu banyak kotoran yang lengket di bulu mata. Proses perkembangan penyakit berlangsung cepat dan akan menyebabkan pandangan menjadi kabur.

Belekan karena infeksi virus biasanya tidak memerlukan penanganan khusus, tetapi jika disertai infeksi bakteri diperlukan obat mata yang mengandung antibiotik; terutama jika kotoran semakin banyak dan berwarna coklat.

CONJUNCTIVITIS

Merupakan pembengkakan pada conjuctiva, yaitu membran transparan yang melapisi permukaan bagian putih bola mata dan bagian dalam kelopak mata. Akibatnya kelopak mata menjadi bengkak dan mengeluarkan nanah. Sering disebut dengan ‘pink eye’ sesuai dengan tandanya, yaitu warna merah.

Conjunctivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau alergen. Hal ini dapat dibedakan dari jumlah dan kekentalan cairan mata yang keluar.

Conjunctivitis karena virus atau alergen biasanya cukup diatasi dengan kompres dingin untuk mengempiskan kembali pembengkakan. Conjunctivitis karena bakteri diperlukan salep mata yang mengandung antibiotik.

KATARAK

Lihat disini untuk artikelnya

GLAUKOMA

Mata mempunyai tekanan intraokuler (tekanan cairan pada bola mata) untuk dapat mempertahankan bentuk dan fungsinya – mirip udara dalam balon. Jika tekanan terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan bola mata menonjol seperti hendak keluar dan dapat merusak saraf mata.

Glaukoma ditandai dengan pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya pandangan ke samping (lebar penglihatan berkurang).

Jika ditangani dengan baik, sebelum terjadi kerusakan pada retina & saraf mata, maka masih ada kesempatan untuk kembali membaik.

Namun jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kebutaan.

Glaukoma dapar ditangani dengan obat2an, tetes mata ataupun operasi.